POLRI PROMOTER


CALL CENTER POLISI 110 - DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA - HUT KE 73 POLRI - BE SMART NETIZEN - JAGA KELUARGA DARI BAHAYA BERITA HOAX - NKRI HARGA MATI

Saturday, February 16, 2019

Simak Pesan Kapolres Metro Jakarta Pusat Saat Istighosah di Masjid Miftahul Jannah Tanah Abang


JAKARTA PUSAT-Polres Metro Jakarta Pusat beserta Jajaran menghadiri kegiatan Dzikir dan istighosah, serta deklarasi “menolak hoax, ujaran kebencian, radikalisme dan politisasi” di Masjid Miftahull Jannah, Kelurahan Bendungan Hilir Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kuriawan
Di depan Jamaah Masjid Miftahull Jannah, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan mengimbau bahwa Pemilu 2019 ini harus dijalani dengan senang dan damai.

Sebentar lagi kita akan melakukan pesta demokrasi pada 17 April 2019. Sejak dulu kita sudah melaksanakan pesta demokrasi. Kalau kita itu melaksanakan pesta, apa yang kita harus rasakan, yaitu, gembira dan senang,” kata Kombes Harry.
Selain itu, Kapolres juga meminta dukungan kepada Kyai dan para ulama sekitar agar bisa mengimbau masyarakat agar Pemilu 2019 ini berjalan dengan sejuk, aman, dan damai.

BACA JUGA Kapolsek Sawah Besar Cek Logistik Pemilu di Kecamatan Sawah Besar
“Kalau Jakarta Pusat ini baik aman dan damai maka daerah-daerah lain yang ada di luar Jakarta akan mengikuti di Jakarta. Bagi masyarakat apabila mendapatkan informasi – informasi mencurigakan yang beredar tanyakan kepada kami dan jangan mengambil keputusan sendiri,” imbau Kombes Harry.
“Jangan mudah percaya dengan berita hoax, silakan tanyakan dan laporkan ke kami, kami hadir disini bersama-sama Kyai untuk menjaga negara ini. kalau bukan kita siapa lagi,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Dandim 052 Jakarta Pusat Letkol Inf Wahyu Yudhayana juga mengimbau bahwa tempat ibadah jangan diperbolehkan menjadi tempat berpolitik.
“Tempat Ibadah jangan dijadikan tempat politik, SARA, apalagi hoax. Tempat ibadah murni untuk peribadatan, bina generasi muda kita untuk berbuat sangat baik. Dari awal kita sudah berbeda, diterima atau tidak diterima itu sudah hakekat dan kodrat kita,” ujar Letkol Wahyu.
“Niscaya kita merdeka karena perbedaan, kita harus menyikapi perbedaan yang sama, waktu itu pejuang kita menyampingkan perbedaan untuk tujuan satu yaitu kemerdekaan,” katanya lagi menutup pembicaraan.
Berita ini sudah tayang di PMJ NEWS

No comments:

Post a Comment